kasih
Malam ini , ada rintik yang bernyanyi tak indah.
Gerimis berpacu dengan irama jantung yang berdetak.langit sendiri dalam muram yang pekat.
Ranting yang berderak patah,mengendus tanah basah.
Angin musim menggoyak pokok-pokok tua hampir terjerembab.
Aku termangu…..
Dengan bertopang pada lutut, tangan menekuk tak bergairah.bersama lingkaran kecil yang ku bangun
Aku membawa cerita dari kepala ke kaki.Dalam sendu tatapan aku mencari satu episode yang tertinggal dalam hitungan hari.
Kekasih……
Seharusnya kau disini bersamaku, mentertawakan apapun yang terasa sekarang.
Waktu yang sia-sia, dan sesak yang tak berpangkal.
Desember berlalu, dan aku tetap sama.berkutat menanti waktu yang entah sampai kapan akan berakhir
Tak ada terompet, apalagi kembang api penghias januari yang akan terdekap.
Semakin malam aku menekur makin dalam, tersadar degup dada terdengar telapak kaki.
Malam mengejekku tak ampun, bayangan demi bayangan semakin nyata tanpa batas. Aku malu pada semuanya. dan gelegar guntur mengajakku bangkit, menepuk debu dipunggung, dan aku berharap...............
Kau pergi Menjauh.
Komentar
Posting Komentar