NYANYIAN di AKHIR TAHUN
Malam ini …
Angin utara bersemangat menggoda ranting di sisi kamar
Sementara tak ada bias cahaya bintang mengintip lewat kisi-kisi awan bararak
Aku dan semua yang bercerita tentangmu seakan tertindih gelap sekitar
Dadaku bergetar tak terbaca hati,sementara seluruh yang tergenggam mengejekku
Disisni bersama nyanyian jengkrik, aku merabamu dengan dendang yang dibisik jiwa
Teramat pelan dan halus
Tahun hampir pamit dari titah yang di embannya,menemani napas sekarat yang tak pernah sadar
Aku dan semua rasa salah, yang pembenarannya hanya dalam anggukan napsu serakah
Bertapakkur menanti kasih Tuhan yang akan menghapus atau menjerat.
Dipenghujung tahun yang tak akan pernah berbalik,kita akan ditinggalkan oleh semua kenangan,yang barangkali disana tak akan pernah ada.
Apa kita akan melupakan semuanya?menyimpannya ditengah hujan dan angin keras?
Bersama Desember yang akan memeluk tahun yang baru,apa kita akan mendekap semua yang baru juga?
Apa kita akan saling melepaskan diri dari semua ikatan yang ternyata hanya semu dan impian gila?
Disemua sudut gelap,aku mencari jawab
Kau tahu apa yang terasa? ,sakit dan sakit,tapi aku terus saja ingin menggenggamnya
Tak kuizinkan tahun ini memelukkmu dan membawamu pergi dariku.
Tak ingin malam menyembunyikanmu dari mataku,walau aku harus berebut dengan badai tuk menjagamu di sini.
Tapi apa kau juga seperti aku?
Apa kau merasa memiliki aku? Dan berharap Desember tak membawaku pergi juga?
Aku yakin kau akan katakan itu pertanyaan konyol yang tak butuh jawaban,karna kuyakin kau akan katakan” apapun tak ada hubungannya dengan kita.
Waktu dan apapun yang terjadi bukan kita yang tentukan.”
Aku tahu itu jawaban yang paling indah yang akan kulihat dimatamu,sebab sesungguhnya kita bukan siapa-siapa.Kita dan yang terjadi adalah kebetulan yang tak seharusnya membuat sebuah ikatan .
Seharusnya memang tak ada rasa itu.rasa yang teramat sakit.
Komentar
Posting Komentar